Throw Out Fifty Things, Hidup Lebih Nyaman

Buku ini kudapatkan secara tidak sengaja saat mencari referensi mata kuliah ” Scientific Writing”. Awalnya aku tertarik dengan covernya dan jenis kertasnya. Ketika aku membuka daftar isinya, ternyata berisi tentang pembuangan hal-hal yang berantakan di kehidupan kita. Bab-bab awal berisi tentang membersihkan barang-barang bersifat materil yang sudah tidak kita perlukan lagi. Bab-bab pertengahan berisi tentang membersikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang banyak tidak kita sadari. Bab-bab akhir berisi tentang menata kembali kehidupan kita setelah segala pembersihan itu.

518bxHwbH2L._SY344_BO1,204,203,200_

Aku sangat tertarik dengan bab-bab pertengahan, mengingat bahwa masih banyak sikapku yang perlu kuubah. Aku pun meminjam buku tersebut dan membacanya di kala malam.

Menurut buku tersebut hal-hal dibawah ini adalah hal-hal yang harus kita buang dari mental kita:

  • Letting go of feeling inadequate, irrelevant, and just plain not good enough. Secara keseluruhan, bab ini menerangkan bahwa sebaiknya kita tidak perlu terus membandingkan diri kita dengan orang lain atau orang lain dengan kita. Hal itu menyebabkan kita merasa selalu tidak mampu. Selain itu, sikap merasa harus selalu tahu dalam segala hal juga harus dihindari. Kita harus bersyukur atas kepintaran kita dan mempergunakannya dengan maksimal.
  • Letting go of the type of person you think you are or aren’t. Banyak dari kita selalu melabeli diri sendiri dengan beragam tipe. Masalahnya adalah ketika kita melabeli diri dengan tipe-tipe negatif dan terpaku dengan label tersebut hingga tak ada niat untuk melakukan sesuatu hal (walaupun itu positif) yang kita pikir tidak sesuai dengan tipe kita. So, let it go and we can improve ourselves.
  • Letting go of the regrets and mistakes of the past. Seringnya, kita membawa rasa gagal terlalu dalam dan terlalu personil hingga kita takut mengalaminya lagi dan selalu merasa menyesal tas kegagalan itu. Padahal, kita tahu bahwa tidak ada segala sesuatu yang sempurna dan untuk memcapai suatu keerhasilan, memang kita harus menemui kegagalan. Tiada kata berhasil tanpa kata gagal.
  • Letting go of being right about how wrong everybody and everything is. Sebenarnya kita tahu kita benar dan semua orang mungkin juga akan mengatakan bahwa kita berada di posisi benar. Namun, terkadang hal itu justru membuat kita merasa tidak nyaman dan selalu komplen terhadap orang yang kita anggap salah. Hal ini tentunya merusak hubungan kita dengan orang tersebut, baik secara perasaan atau secara nyata. Dan yang paling penting, pastinya kita merasa tidak bahagia dan nyaman di dalam hati. Untuk itu, kita harus mengingat bahwa kita ingin bahagia, bukan ingin menjadi benar. Sikap penerimaan sepertinya menjadi jalan terbaik dan dibanding menyikapinya secara negatif, lebih baik kita menyikapinya secara positif untuk keberlangsungan hubungan baik di masa yang mendatang dan periode yang lama.
  • Letting go of the need to have everyone like you. Hal ini yang selalu kita hadapi (mungkin saya): Terlalu memikirkan apa jadinya pendapat orang tentang saya hingga saya berbuat sesuatu agar orang-orang menyukai saya. Itu baik jika kita menjadi berubah secara positif, tetapi jika terlalu berlebihan menjadi sesuatu yang menekan perasaan kita dan membuat kita selalu merasa tidak bahagia. Please, be you, be yourself! Kita tidak bisa mengharapkan semua orang akan menyukai kita, itu hukum alam, sama seperti hukum Newton 1,2, dan 3. So, Let it go!
  • Letting go of thinking the worst. Selalu dan selalu, bagiku ketika ingin melakukan sesuatu, terpikir hasil-hasil negatif yang akan timbul secara tidak diinginkan. Pikiran itu kemudian menguasai diri dan menyebabkanku tidak jadi melakukan hal tersebut (walaupun hal itu sangat positif). Padahal, kenyataannya jika aku melakukan hal tersebut, hasil negatif tidaklah muncul. Sehingga yang terjadi adalah kita selalu membatasi diri melakukan sesuatu dan diri kita pun terbatas. Suatu sikap yang memang perlu dimasukkan ke tong sampah right?
  • Letting go of waiting for the right moment. Baiknya kita memang melakukan sesuatu hal yang baik yang terpikir pada saat itu. Jangan menundanya atau berasumsi bahwa ada waktu yang lebih tepat lagi. Kebanyakan hal yang terjadi adalah, akhirnya sesuatu yang baik itu tidak terkerjakan sama sekali. So, do not need to wait!
  • Letting go of needing to feel secure. Kebanyakan dari kita selalu menyangka-nyangka hasil dari suatu perbuatan positif hingga jika kita bakal merasa tidak nyaman dengan hasil yang terbentuk dalam pikiran, kita pun memilih untuk meninggalkan pekerjaan tersebut karena pekerjaan tersebut bakal membuat kita keluar dari zona nyaman kita. Padahal kita sebaiknya memperluas zona nyaman kita. Walaupun pada saat kita melakukan itu mungkin akan terasa sangat tidak nyaman. Tetapi, jika hal tersebut membuat diri kita menjadi lebih baik kedepannya, sebaiknya kita lakukan.
  • Letting go of thinking that you have to do everything yourself. Semua yang kita dapatkan dalam kehidupan kita adalah hasil dari bantuan orang lain. Untuk itu jangan ragu untuk meminta tolong dan jangan ragu pula untuk selalu menolong orang.

Setelah membersihkan kebiasaan-kebiasaan di atas, buku ini juga memberi petunjuk bagaimana merapikan kembali kehidupan kita setelah pembuangan-pembuangan tersebut. Salah satunya adalah menyiapkan visi kehidupan kita kedepannya.

Secara keseluruhan buku ini sangat bagus untuk dibaca. Aku sangat menyarankan bagi teman-teman yang mempunyai waktu luang bisa mencoba mencari buku ini dan membaca blog-nya: http://www.throwoutfiftythings.com/

Semoga tulisan ini bisa memberikan motivasi dan referensi buku bacaan ya.

Tag:

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: