Berpasang-pasangan

Oleh: Siti Utari Rahayu

Teilchenkollision Matter meets antimatter

Ada banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang berpasang-pasangan terutama pada makhluk hidup, misalnya, Asy-Syuara: 11, “(dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.”. Namun, ternyata konsep berpasang-pasangan itu tidak hanya ada pada makhluk hidup saja tetapi juga pada semua ciptaan Allah, hal ini secara jelas dijelaskan Allah pada Q.S. Az-Zukhruf: 12, ”dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan … ”. Lalu, sebenarnya apa saja yang dimaksudkan Allah sebagai “semua yang berpasang-pasangan”?

Jika kita mempelajari alam semesta secara lebih mendalam, maka akan kita dapati bahwa dunia kita yang terbentuk dari bagian yang terkecil yang kita katakan sebagai dunia mikroskopik ternyata memiliki suatu proses pembentukan pasangan atau pair reproduction. Pembentukan pasangan ini adalah suatu proses pembentukan partikel elementer beserta anti partikelnya, sebagai contoh, kita yang sebelumnya hanya mengenal elektron, ternyata elektron tersebut mempunyai pasangan anti-partikelnya yaitu berupa positron. Beberapa contoh pasangan partikel-anti partikel, yaitu muon-anti muon, dan tau-anti tau.

Lalu, bagaimana proses terjadinya pembentukan pasangan ini? Ternyata beberapa abad sebelum ditemukannya ilmu ini, Allah telah menjelaskannya secara implisit pada Q.S. Yasin: 36, “Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” Indikasinya adalah pembentukan anti partikel itu berasal dari diri atom itu sendiri. Atom yang kita ketahui terdiri secara umum dua bagian utama, yaitu inti yang terdiri dari proton dan neutron dan kulit atom yang terdiri dari elektron. Jika inti atom ini dikenai dengan foton (kuanta cahaya), maka energi dari foton tersebut akan dikonversi menjadi massa, melalui persamaan Einstein, E = mc2, massa yang terbentuk tersebut menjadi massa elektron beserta anti elektronnya, positron. Peristiwa ini terjadi jika foton memiliki energi yang sangat besar hingga dapat membentuk suatu partikel yang mempunyai massa.

Penemuan yang membuahkan hadiah Nobel bagi penemunya ini membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar Kalamullah dan bukan buatan manusia, dan juga hal ini sebagai bukti adanya Sang Pencipta bagi para penganut teori evolusi Darwin.

Source: wikipedia.org.

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: