Tips Mempersiapkan Berkas Beasiswa ke Luar Negeri (Part I)

Tips-tips yang akan kutuliskan disini adalah berdasarkan pengalaman yang kuperoleh selama mengurus beasiswa ke Taiwan. Mungkin ada beberapa perbedaan dengan beasiswa dari tempat lain, tetapi secara garis besar sebenarnya hampir sama.

toga

Kenali Beasiswa yang akan diambil

Selama aku mempersiapkan berkas-berkas beasiswa, aku menjadi tahu bahwa secara garis besar ada dua jenis beasiswa, yaitu beasiswa dari universitas dan beasiswa dari Pemerintah atau Institusi lain di luar Universitas.

Melamar beasiswa dari universitas  sebenarnya sangat gampang, tinggal melihat syarat-syarat yang dibutuhkan di website universitas dan kita dapat mendaftar beasiswa sekaligus mendaftar kuliah. Beasiswa jenis inilah yang aku dapatkan. Sedangkan untuk beasiswa dari Pemerintah atau Institusi tertentu, maka kita harus mempersiapkan berkas mendaftar beasiswa dan berkas untuk mendaftar di universitas yang ingin kita tuju. Biasanya beasiswa jenis ini meminta LOA (Letter of Acceptance) dari universitas yang kita tuju, itu artinya kita harus mendaftarkan diri di suatu universitas, mengikuti ujian masuknya (jika ada) dan jika kita lulus di universitas tersebut maka kita baru dapat mendaftar beasiswa. Contoh beasiswa jenis ini adalah beasiswa LPDP.

Keuntungan dari beasiswa dari Pemerintah atau suatu institusi adalah beasiswa tersebut dapat meng-cover segala kebutuhan kita, mulai dari pengurusan visa, pembelian tiket pesawat, sampai uang saku dan biaya kuliah. Sedangkan, beasiswa dari Universitas biasanya hanya meng-cover uang saku dan biaya kuliah, uang pengurusan visa dan tiket ditanggung oleh calon mahasiswa sendiri, oleh karena itu memang sang calon mahasiswa harus memiliki tabungan sebelumnya untuk dapat mengikuti beasiswa jenis ini. Untuk itu, sebelum memutuskan mendaftar beasiswa, sang pelamar harus mempelajari betul-betul jenis beasiswa yang diambil dan fasilitas apa saja yang akan diberikan nantinya.

Aku, sebagai penerima beasiswa universitas, memang sebelumnya telah menabung uang selama aku bekerja. Dan bagi teman-teman yang sekarang belum bekerja karena masih berstatus mahasiswa dan tidak ingin memberatkan orang tua dalam hal biaya, aku sarankan untuk mencari pekerjaan sampingan dan menabung gajinya untuk persiapan studi lanjut. Walaupun kita ingin melamar beasiswa dari pemerintah yang meng-cover seluruh kebutuhan, kita tetap membutuhkan dana awal untuk mengikuti kursus persiapan bahasa dan ujian bahasa yang biasanya sangat mahal, serta ujian kemampuan akademik lainnya. Untuk itu, bagi teman-teman yang bertekad untuk memajukan diri dan bangsa, memang harus kerja keras dari sekarang (kecuali jika orang tua teman-teman memiliki dana berlebih untuk menyekolahkan teman-teman).

Proses Persiapan Berkas

Secara umum, berkas-berkas yang diminta dari universitas atau penyelenggara beasiswa terdiri dari,

  1. Surat rekomendasi dari dosen universitas. Sebaiknya, calon pelamar memilih dosen yang memiliki gelar Doktor, kalau bisa memang beliau adalah dosen pembimbing calon pelamar semasa S1. Bagaimana bentuk suratnya? Dapat teman-teman download Di Sini dan Di Sini. Untuk beberapa dosen, kita yang harus membuat sendiri suratnya dan meminta beliau untuk menandatangani surat tersebut, tetapi ada juga dosen lain yang menginginkan membuat surat mereka sendiri dan memberikannya ke kita. Biasanya surat rekomendasi yang diminta minimal 2, boleh lebih dari itu.
  2. Translate transkip dan ijazah. Untuk translate ini, kita bisa mendatangi PUSAT BAHASA di masing-masing universitas kita atau melalui bagian administrasi di fakultas jika memang tersedia fasilitas tersebut.
  3. Curriculum Vitae (CV). Contoh CV bisa di-download Di Sini. Bagi teman-teman yang masih berstatus sebagai mahasiswa, sebaiknya memang harus rajin mengikuti seminar dan perlombaan/olimpiade yang berhubungan dengan jurusan teman-teman, serta berusahalah agar dapat mengikuti proyek dosen atau menjadi asisten laboratorium. Hal ini tak lain adalah untuk meningkatkan nilai CV teman-teman. Memang untuk menjadi orang yang sukses harus dimulai dari sekarang dengan kerja keras.
  4. Sertifikat Toefl dengan nilai minimal 500 (Taiwan) dan 550 (untuk di negeri lainnya) ITP TOEFL atau IELTS (minimal 6.5). Untuk mendapatkan nilai minimal dari TOEFL atau ILETS kita memang harus mengikuti kursus persiapan sebelumnya agar nilai yang kita dapatkan maksimal, berhubung ujiannya berbayar mahal, misalkan untuk IELTS saja kita harus merogoh kocek Rp.1.700.000,-(tahun 2012). Di daerah Medan sendiri, ada beberapa tempat yang memfasilitasi Ujian ITP TOEFL, sebagai contoh BRITON, dengan bayaran Rp.750.000,-, TBI Multatuli, dengan bayaran Rp.450.000,-, Profesional English Training, dengan bayaran Rp.400.000,-. Jadi memang teman-teman harus benar-benar mencari tempat-tempat yang pas untuk ujian dan mempersiapkannya dengan matang. Dan bagi teman-teman yang ingin apply ke Taiwan, ternyata dapat mempergunakan sertifikat TOEFL yang prediction atau Institution TOEFL, jadi bisa lebih murah ujiannya.
  5. Study Plan atau Study Objective. Contoh dari Study Plan dapat teman-teman download Di sini. Pada study plan, teman-teman secara ringkas membuat rencana penelitian teman-teman, jadi memang harus dari sekarang teman-teman mempersiapkannya, apakah penelitian tersebut adalah kelanjutan dari penelitian teman-teman di S1 atau teman-teman memilih topik lain yang ingin teman-teman tekuni.
  6. Informasi Syarat dan Kelengkapan Berkas dari Masing-masing penyelenggara Beasiswa. Usahakan membacanya berulang-ulang dan menuliskannya di catatan kita sehingga kita dapat men-ceklist satu per satu yang sudah dipenuhi.  Secara garis besar, bagian-bagian di atas lah yang menjadi syarat umum melengkapi beasiswa. Di postingan selanjutnya aku akan membahas tentang pencarian professor untuk pembimbing akademik.

Tag:, , , , , , , , ,

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: