Strategi Mengajar Sains dengan Efektif Menggunakan Model Instruksi 5E

Oleh: Siti Utari Rahayu

Sebuah hasil seminar di Hotel Sooechi Medan, Sabtu, 02 Januari 2013

Minggu lalu, direktur sekolah mengadakan pembicaraan singkat dengan beberapa guru sains di sekolah saya. Secara umum, kesimpulan hasil pembicaraan tersebut adalah bagaimana caranya agar anak-anak mengerti lebih jauh tentang sains dan selalu berpikir secara sains dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebutlah yang selalu saya pikirkan, namun masih belum saya dapatkan solusinya secara tepat.
Dan ketika saya menghadiri seminar tentang metode 5E ini, saya mendapatkan kesimpulan bahwa metode ini dapat digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan direktur tersebut. Bagaimana metode 5E tersebut?
Metode 5E terdiri dari: Engage (Menarik perhatian), Explore (Mengeksplorasi), Explain (menjelaskan), Elaborate(menguraikan), Evaluate(mengevaluasi). Dalam seminar tersebut, pembicara (Mr.William Wijaya Lee) mengadakan beberapa percobaan dasar yang menarik sebagai contoh Engage. Beberapa percobaan tersebut yaitu,

1. Percobaan membakar kantong teh celup yang telah diberdirikan dari bagian atas. Ketika nyala api sampai di bagian bawah, abu yang masih utuh berbentuk silinder tersebut naik ke atas (terbang).
2. Percobaan menguraikan gulungan tissue dengan hair dryer.
3. Percobaan magic ball, melayangkan bola ping pong dengan hair dryer.
4. Games Bird and Worm, yaitu peserta seminar diminta untuk mencari gambar cacing, peserta yang paling banyak mengumpulkan gambar cacing akan diberi hadiah.
5. Memberikan sebuah gambar yang rumit, dan menayakan gambar hewan yang terdapat dalam gambar tersebut.

Dan inilah yang dikatakan sebagai proses Engage, bahan-bahan yang dapat digunakan dalam proses ini sangat banyak, misalnya beberapa video, article, percobaan, gambar yang relevant. Ada satu hal menarik yang dapat dituliskan disini adalah bahwa untuk beberapa anak yang kesulitan dengan kosa kata Bahasa Inggris, maka pencarian kosa kata tersebut dapat juga menjadi salah satu Engage untuk pertemuan berikutnya.

Setelah melakukan percobaan tersebut, selanjutnya Mr.Lee menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian tersebut. Semua jawaban yang masuk akan ditampung terlebih dahulu. Bagian ini dikatakan sebagai Explore, anak-anak diminta untuk menjelajah dengan pikirannya, membangun hubungan-hubungan dan menghasilkan suatu pemahaman. Saya rasa bagian ini dapat menguatkan anak untuk berpikir secara sains dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa bahan yang dapat digunakan untuk proses ini adalah blog, games, dan Interactive whiteboard.

Pada proses Engage ini pula, dibentuk suatu proses dari know (contonya: Kita tinggal di planet bumi), want to know (Mengapa matahari terasa panas), learned (Matahari panas karena ada api di matahari; gunakan bahasa anak-anak untuk mengajari anak setingkat SD kelas bawah)

Selanjutnya, adalah proses Explain, pada proses ini, guru dapat mengambil alih, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak diperbolehkan untuk menjelaskan pemahaman yang diperolehnya. Penjelasan meliputi analisis terhadap hasi eksplorasi, mengemukakan fakta yang sebenarnya dan mengklarifikasi beberapa kesalahan-kesalahan pemahaman yang dibuat siswa, serta mendefinisikan beberapa pernyataan yang bersesuaian dengan materi belajar. Pada tahap ini, guru membuat murid mengerti sepenuhnya tentang materi belajar. Beberapa alat yang dapat dipergunakan misalnya blog dan media presentasi.

Proses Elaborate dilaksanakan dengan menguraikan lebih lanjut mengenai materi belajar, selanjutnya menguraikan kejadian lain yang bersesuaian dengan materi, menggunakan materi dalam situasi kehidupan sehari-hari, serta memberi contoh-contoh yang lebih jelas. Proses ini dapat dilakukan misalnya dengan forum diskusi dan pejelajahan dengan internet (Virtual Field Trip)

Proses terakhir adalah Evaluate, pada proses ini siswa dapat diminta untuk menjawab beberapa persoalan yang diberikan, atau menuliskan satu essay tentang materi yang telah dipelajari.

Saya juga beberapa kali melakukan metode 5E ini dalam pelajaran gaya dengan beberapa alat percobaan sederhana, dua lembar kertas, penghapus, dan memang terbukti efektif, namun dengan syarat kita harus dapat memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya.

Tag:, , ,

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: