Sikap-Sikap Perusak Kepribadian

Pada dasarnya setiap manusia dilahirkan memiliki sikap baik dan buruk. Dan sepanjang perjalanan hidupnya, sikap itu akan berubah membentuk suatu kepribadian, apakah itu kepribadian yang baik atau cenderung kepada yang buruk. Semua itu tergantung bagaimana seseorang mengintropeksi dirinya dan menyikapi hidup.

Berikut ini ada sebuah hadist yang datang dari Adi bin Hatim yang diriwayatkan oleh Addailami, ”Adaenam hal yang menyebabkan amal kebajikan menjadi sia-sia [tidak berpahala] yaitu sibuk mengurus aib orang lain, keras hati, terlalu cinta kepada dunia, kurang rasa malu, panjang angan-angan dan zalim yang terus menerus di dalam kezalimannya.”

Sibuk meneliti aib orang lain

 Seseorang yang memiliki sikap ini tidak akan pernah tahu kesalahan dirinya karena dia selalu sibuk memperhatikan tingkah laku orang lain dan sibuk mengintropeksi  kesalahan orang lain tersebut. Hal ini menyebabkan kesalahan dirinya menjadi terabaikan olehnya dan lambat laun terbentuklah kepribadian yang tidak baik.

Keras hati 

Kerasnya hati menyebabkan segala masukan dan nasehat-nasehat yang berguna akan memantul, ibarat sebuah cermin yang memantulkan cahaya yang datang kepadanya. Hal ini menyebabkan dirinya selalu merasa benar dan berujung pada kesombongan.

Terlalu cinta kepada dunia

 Segala sesuatu yang berlebihan pada dasarnya adalah tidak baik. Apalagi untuk sesuatu yang bersifat keduniaan. Perasaan yang terlalu cinta kepada dunia dapat menyebabkan kelalaian dalam mengingat Allah SWT dan mematikan hati.

 Sedikit rasa malu

Rasa malu yang sudah hilang atau berkurang menyebabkan seseorang melakukan segala sesuatu tanpa pertimbangan apapun. Adapun rasa malu disini yang terpenting adalah rasa malu terhadap Allah SWT.

Panjang angan-angan

 Panjang angan-angan sering menyebabkan seseorang menjadi malas dalam beraktivitas, termasuk dalam urusan ibadah. Dalam hal ini panjang angan-angan tidaklah sama dengan bermimpi atau bercita-cita, yang dimaksud panjang angan-angan disini adalan berkhayal tanpa ada kerja keras untuk mencapai apa yang  diangankannya.

Perbuatan dzalim yang terus menerus

Seseorang yang melakukan perbuatan dzalim terus menerus akan menjadikannya merasa bahwa semua perbuatan yang dilakukannya adalah benar. Dan kelak perbuatannya tersebut mematikan hatinya dan menjadikan pribadinya sesuai dengan kedzaliman yang dilakukannya.

Semoga kita dapat menjauhi sikap-sikap tersebut, dan memperbaiki diri kita. Dalam hal ini dapat dituliskan pula bahwa setiap perjalanan hidup manusia pasti mengalami beberapa tahapan, dan hendaknnya kita dapat belajar dari pengalaman yang sudah ada pada tahapan sebelumnya sehingga kita dapat memasuki tahapan berikutnya dengan kepribadian yang lebih baik. Amin.

Referensi: Enam Sikap Merusak Kepribadian oleh Drs. Mukhlis Denros, Republika.co.id

About sitiutarirahayu

I am a muslim

One response to “Sikap-Sikap Perusak Kepribadian”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: