Mengapa Air Danau Tak Membeku Seluruhnya??

Kalau kita singgah ke danau di negara-negara Eropa atau negara-negara bermusim empat lain pada musim dingin, kita dapat melihat bahwa air membeku hanya pada permukaan danau saja, mungkin bagi kita yang malas berpikir dan bersikap konservatif, jika diajukan pertanyaan seperti pada judul, kita hanya berkata,”Ya memang begitu adanya.”, atau,”Sudah ketetapan Tuhan.” bahkan mungkin ada yang berkata, ”Itu bukan urusan saya!!!”.

 

Memang benar semua keadaan alam sudah ketetapan Tuhan dan Tuhan sudah menetapkan semuanya untuk memungkinkan adanya kehidupan kita. Tetapi, jika kita memiliki pemahaman ilmiah yang baik untuk segala alam semesta, pastilah lebih disenangi Tuhan, karena dapat mempertebal keyakinan kita kepada-Nya dan sekaligus bukti kita mensyukuri nikmat-Nya.

 

Jadi, baiknya saya jelaskan saja perihal danau itu.  Kejadian tersebut merupakan hasil dari anomali air, Apakah anomali air itu? Sebelum dijelaskan tentang anomali air, maka kita perlu membuat suatu kesepakatan, yaitu kita sama-sama mengetahui bahwa zat-zat akan memuai jika suhunya meningkat dan menyusut jika suhunya menurun, contohnya yaitu naiknya permukaan air raksa di thermometer ruangan jika suhu ruangan naik.

 

Tetapi kesepakatan tersebut tidak berlaku sepenuhnya untuk air, karena jika suhu air meningkat dari 0o C ke 4o C maka air tidak memuai tetapi malah menyusut dan jika suhu air turun dari 4oC ke 0oC maka air akan memuai. Dan untuk suhu di atas 4o C air kembali normal dan sesuai kesepakatan di atas. Perilaku air inilah yang disebut anomali air. Jadi, apakah hubungannya dengan air danau?

 

Baiklah, sebelum menjelaskan hubungan-hubungan tersebut, kita akan bersepakat kembali, bahwa jika suatu zat menyusut maka volumenya menjadi lebih kecil dan massa jenisnya (Perbandingan massa dan volum zat) menjadi lebih besar dibanding ketika zat tersebut memuai. Dengan demikian massa jenis air terbesar berada pada suhu 4oC.

 

Kembali ke danau, jika udara dingin menyerang, air permukaan danau menjadi dingin, air menyusut hingga massa jenisnya menjadi besar, sedang air di dasar danau masih hangat dan massa jenisnya lebih kecil dari air permukaan, karenanya partikel-partikel air di permukaan turun ke bawah dan partikel-partikel air di dasar danau naik ke atas (Hal ini dapat kita pahami seperti meletakkan besi di permukaan air, karena massa jenis besi lebih besar maka besi akan turun ke dasar air). Kejadian tersebut berlangsung bolak-balik karena suhu permukaan terus mendingin, hingga suhu air di danau berada pada 4oC , pada suhu ini, massa jenis air terbesar sehingga air di dasar tak dapat naik lagi ke atas dan tetap berada di dasar meskipun air permukaan mendingin  dan akhirnya air permukaan danau menjadi beku, dan tetap berada di permukaan danau.

 

Jika tidak ada anomali air ini maka pertukaran partikel akan terus berlangsung dan alhasil danau beku total, hal ini tentunya tidak baik bagi kehidupan makhluk hidup di danau. Sekali lagi, kejadian alam membuktikan  bahwa Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Pencipta. (Utarie-Referensi: Giancoli, 2001)

About sitiutarirahayu

I am a muslim

One response to “Mengapa Air Danau Tak Membeku Seluruhnya??”

  1. Finda ajeng says :

    ㅁ댷ㅁ세

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: