Hikmah-Seekor Ikan Seharga Tubuh Manusia

Kisah ini didapatkan dari sebuah buku yang sangat bagus berjudul ‘Jangan Bersedih’, judul sebenarnya adalah ‘Cerita Pemancing Ikan’, tetapi saya ingin mendramatisir judulnya.  Setelah membaca kisah ini, saya langsung ingin menuliskannya kembali dan membaginya kepada orang lain. Baiklah begini ceritanya:

Ada seorang nelayan, yang menangkap ikan untuk menafkahi anak dan istrinya. Dan pada suatu hari, seekor ikan besar tertangkap di jaringnya bersama ikan-ikan yang lainnya. Setelah merasa cukup, nelayan itu pun membawa hasil tangkapannya ke pasar untuk dijual, tetapi di tengah jalan dia dihadang oleh seorang pengawal kerajaan yang sangat menginginkan ikan besar pada keranjang nelayan tersebut.

Pengawal tersebut hendak merampas ikan tersebut, tetapi nelayan tersebut menolaknya, hingga pengawal tersebut memukul kepala nelayan tersebut dengan sebongkah kayu yang besar. Akhirnya, pengawal itu mengambil ikan besar nelayan tersebut tanpa dihargai dengan uang.

Nelayan tersebut sangat bersedih hati hingga dia berdoa,” Wahai Tuhanku, Engkau jadikan aku lemah, dan Engkau jadikan dia kuat dan hebat, maka ambillah segera darinya dengan hak milikku, ia telah menganiaya aku dan tiada sabar bagiku hingga hari akhir.”

Pengawal itu pun pulang, ikan besar itu diberikan pada istrinya untuk digoreng. Ketika istrinya mengeluarkan ikan tersebut dari keranjangnya, ikan tersebut terlepas dari tangannya dan membuka mulutnya, kemudian menggigit jari pengawal tersebut hingga tak sadarkan diri.

Akhirnya dokter memutuskan untuk mengamputasi jari pengawal tersebut agar sakitnya tak menjalar, tetapi setelah diamputasi, sakitnya masih menjalar hingga ke pergelangan tangan, maka pergelangan tangannya pun ikut diamputasi. Setelah itu sakitnya belum juga sembuh hingga lengannya harus diamputasi juga. Begitulah seterusnya hingga satu persatu anggota tubuhnya diamputasi.

Pengawal itu pun mengembara, meminta pertolongan kepada Tuhannya agar dihilangkan musibah tersebut. Dia pun tertidur di sebuah pohon dan dalam tidurnya itu dia bermimpi bertemu seseorang yang berkata padanya,“ Kasihan engkau! Sampai dimana anggota tubuhmu dipotong? Pergilah ke musuhmu yang telah engkau aniaya, lalu mintalah kerelaaannya.”

Pengawal itu terbangun dan merenungkan mimpinya tersebut hingga sadarlah dia bahwa musibah ini semua terjadi karena kesalahannya pada nelayan tersebut. Dia pun segera berangkat mencari nelayan tersebut dan tersungkur meminta maaf seraya membayarkan uang dari ikan besar yang dirampasnya tersebut. Si nelayan pun memaafkannya. Pengawal itu akhirnya bertaubat dan hilanglah musibah itu dari dirinya.

Ternyata merampas ikan saja dapat menimbulkan akibat yang sangat mengerikan di dunia, apalagi di akhirat. Bagaimana pula dengan merampas uang trilliunan dari ribuan rakyat yang berpeluh demi hidup? Dari kisah ini, sangat banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik, saya tak akan mejelaskannya, Anda sendirilah yang menentukannya.

(Disunting dari ‘Jangan Bersedih’)

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: