Waspadai Tuberkulosis

Penyakit Tuberculosa atau TBC , merupakan penyakit saluran nafas kronis yang terbanyak didapatkan di Indonesia,penyakit ini disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosa. Ciri kuman Tuberculosa adalah tahan terhadap asam, dan biasanya sangat menyenangi jaringan yang mempunyai kadar oksigen yang tinggi, sehingga penderita Tuberculosa yang terbanyak adalah penderita Tuberculosa paru-paru. Namun kuman Tuberculosa dapat menyerang organ tubuh mana saja seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, mata ataupun usus.

Kuman Tuberculosa dapat bertahan pada udara kering hingga udara dingin selama bertahun-tahun dan bangkit
kembali setelah kondisi sekelilingnya memungkinkan. Bahkan kuman Tuberculosa juga didapatkan dalam tubuh beberapa mumi di Mesir, dan ternyata kuman Tuberculosa tersebut dapat aktif kembali bila diberikan kondisi yang memungkinkanya hidup kembali. Namun kuman ini akan mati bila terkena sinar ultra violet yang ada di sinar matahari selama 1/2 jam hingga 1 jam, atau bila diberi obat pembunuh kuman yang mengandung karbol. Pada udara bebas yang tak mengandung sinar ultra violet, kurang ventilasinya dan lembab, kuman ini dapat
hidup 1 jam hingga 2 jam.

Penularan terutama melalui bercak ludah penderita Tuberculosa terbuka,subuh, sesuai dengan beratnya penyakit.
Gejala penyakit tuberkulosa yaitu Batuk tersebut biasanya disertai keringat dingin pada waktu subuh akibat batuk hebat dan berkepanjangan, Sesak nafas, Sering timbul rasa lemas dan capek di seluruh tubuh dan Biasanya berat badan penderita akan semakin menurun. Selain itu bila terkena pada kelenjar getah bening, akan terjadi radang kelenjar getah bening menahun, yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening leher hanya di satu sisi, tidak terasa sakit tetapi berpotensi membesar dan menjadi banyak. Penyebaran ke kelenjar getah bening biasanya disebabkan karena kuman TBC tertahan di kelenjar amandel dan kemudian menular ke kelenjar getah bening leher.

Diagnosa pasti Tuberculosa didapatkan bila terdapat tanda penyakit Tuberculosa pada roentgen paru, positif terdapat
kuman Tuberculosa pada kelenjar getah bening, atau positif pada dahak/cairan tubuh/jaringan tubuh penderita tuberculosa. Pengobatan Tuberculosa dilakukan minimal secara 6 bulan dengan obat INH, Ethambuthol, Rifampicin dan Pyrazinamide dengam dosis yang telah ditentukan sesuai dengan usia, berat badan, dan kesepakatan pengobatan yang telah ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pengobatan baru dinyatakan berhasil dan sembuh oleh dokter bila tanda-tanda Tuberculosa aktif pada Roentgen tak
didapatkan dan kuman Tuberculosa tidak didapatkan pada dahak/cairan tubuh/jaringan tubuh penderita, dan bukan
sembuh karena pasien merasa lebih enak.Penyakit Tuberculosa tidak menyebabkan kekebalan alami sehingga dapat saja timbul kembali melalui reinfeksi bila kontak dengan penderita Tuberculosa aktif, atau pecahnya kompleks primer Tuberculosa di paru- paru. Yang dimaksud dengan kompleks primer adalah sarang Tuberculosa yang telah tenang dan tidak menular, namun menjadi aktif karena sesuatu hal misalnya pada penderita HIV, Diabetes, Malnutrisi, Kanker atau gagal ginjal.

Pada hasil biopsy ditulis KESAN : radang kronis spesifik (ini artinya kuman TBC).

Dan untuk obat tradisionalnya dapat digunakan beluntas, caranya: ekstrak batang dan daun beluntas bisa dimanfaatkan untuk meredakannya. Caranya, dua bahan tadi dicampur dengan ekstrak gelatin kulit sapi, dan rumput laut lalu ditim sampai lunak dan dimakan. Khasiat yang terdapat pada beluntas ini didapatkan dari kandungan alkaloid dan minyak atsiri di dalamnya.

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: