Aliran sesat yang Mengkomersilkan Islam

Ada lagi aliran sesat yang muncul di Desa Jajar, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar Jatim. Aliran sesat ini mengkomersilkan islam untuk kepentingan duniawi, yaitu penjaminan masuk surga dengan membayar tiket seharga jutaan rupiah.  Dalam praktiknya, pengikut aliran tersebut diwajibkan membayar biaya sebesar Rp3 juta hingga Rp7 juta, serta melaksanakan shalat wajib 5 waktu selama 41 hari secara terus menerus, agar bisa masuk surga yang tidak lagi diwajibkan melaksanakan perintah agama lainnya, seperti puasa dan zakat dan dijamin akan masuk surga 100 persen. Bahkan jika biaya yang dibayarkan hanya Rp3 juta dijamin bebas siksa kubur, sementara apabila bayar Rp5 juta masuk surga setelah sebelumnya disiksa di neraka, dan yang bayar Rp7 juta dijamin akan langsung masuk ke dalam surga tanpa ada halangan.

Ternyata aliran sesat itu telah berdiri sejak beberapa bulan terakhir, dan dipimpin seseorang dengan inisial SL.

Menanggapi hal ini MUI Jatim mengimbau agar aliran tersebut membubarkan diri, atau dibubarkan Polisi dan ditangkap pelakunya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Orang ini sebenarnya kan dukun yang sama sekali tidak mengerti ajaran agama Islam. Dengan logikanya sendiri mereka mengelabuhi masyarakat yang ilmu Islamnya dangkal untuk dijadikan obyek” kata Abdusshomad Buchori, Ketua MUI Jatim.

“Kasus di Blitar sangat jelas unsur komersilnya, tetapi sebenarnya penyebar aliran sesat kebanyakan motifnya ekonomi. Yang berbahaya bagi umat Muslim yang pengetahuanya tentang Islam dangkal. Dalam kasus di Blitar ini Polisi sudah bisa menangkapnya untuk dijerat dengan pasal 156 a KUHP untuk dipidanakan karena telah menodai agama,” tambahnya.

Munculnya berbagai aliran sesat tersebut sebenarnya modusnya semua bermuara kepada masalah lemahnya ekonomi. Misalnya seperti yang terjadi di Mojokerto yang dipimpin oleh Achmad Nafan.(rie-disunting dari Republika.co.id)

About sitiutarirahayu

I am a muslim

One response to “Aliran sesat yang Mengkomersilkan Islam”

  1. pika says :

    tari, ni tika
    like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: