Hipotesa

Catatan Kuliah Metode Penelitian dan Seminar

Selasa, 03 November 2009

Hipotesa berasal dari bahasa Yunani yaitu hypo yang artinya belum dan thesis yang artinya pendapat, jadi dapat dikatakan bahwa hipotesa adalah sebuah kesimpulan atau pendapat sementara. Adapun kepentingan hipotesa ini dalam suatu penelitian yaitu:

v     Sebagai paduan awal dalam menentukan arah dan tujuan penelitian

v     Merupakan statemen dari hasil identifikasi masalah.

Suatu masalah dalam penelitian diperoleh dari identifikasi masalah seperti yang telah dijelaskan pada perkuliahan sebelumnya. Dan hasil dari identifikasi masalah inilah yang nantinya dapat membentuk hipotesa. Hipotesa ini bisa benar, bisa salah. Dan untuk membuktikan hipotesa inilah diadakannya penelitian (pengumpulan dan analisa data).

Penelitian terbagi menjadi tiga, yaitu:

v     Teori ( Theoritical Research )

v     Penelitian dengan menggunakan Peralatan (Experimental Research) yang mempergunakan hubungan sebab-akibat.

v     Pemodelan (Modeling) dapat berupa simulasi, animasi, komputasi. Dengan mempergunakan peralatan berupa komputer.

Penelitian/ riset terdiri juga dari dua, yaitu:

  1. Riset Dasar (Basic Research). Riset ini dilakukan untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari suatu hal. Tetapi riset ini kurang aplikatif karena merupakan riset dasar dalam pembentukan suatu ilmu pengetahuan dan seringnya tujuan tidak jelas karena dilakukan hanya untuk mengetahui suatu hal/ kejadian alam yang tidak biasa. Contoh dari riset ini yaitu penemuan elektron oleh J.J Thompson pada 1897 dan riset ruang angkasa.
  2. Riset terapan (Applied Research). Karena bersifat terapan maka hasil dari riset ini langsung dapat digunakan dalam mengatasi suatu permasalahan. Dan riset ini mempunyai tujuan yang jelas.

Berikut ini akan diberikan satu contoh peneltian yang didapat secara tidak sengaja:

Seorang guru menanam tenaman cabai dengan topografi ladang seperti gambar berikut:

untitled

Gambar 1. Topografi Ladang

Adapun hal yang aneh pada ladang ini adalah bahwa tanaman cabai yang letaknya di tengah kolam memiliki buah yang besarnya melebihi buah cabai normal, sedangkan tanaman yang letaknya jauh dari kolam menjadi tidak sehat dan tidak berbuah. Sehingga dapat dibuat identifikasi masalah sebagai berikut:

v     What: Cabai yang mati atau tidak berbuah.

v     When: Ketika tanaman cabai ini mencapai umur untuk berbuah.

v     Where: Topografi ladang seperti gambar 1.

v     Why: Karena adanya hama pada daun, dimana ternyata hama tersebut berpindah ke bawah daun jika permukaan atas daun terkena cahaya matahari.

v     How:- Dengan menggunakan pestisida

–         Pemantulan cahaya pada daun

–         Laju proses fotosintesis

–         Gejala kapilaritas.

Maka dari identifikasi masalah di atas ternyata diperoleh hipotesa bahwa sinar UV mematikan aktifitas virus X pada daun cabai. Maka untuk membuktikan kebenaran dari hipotesa ini diadakanlah suatu penelitian.

Maka ditentukanlah jumlah sample penelitian, misalnya tanaman A, B dan C. Tetapi sebenarnya jumlah sample yang baik, yaitu:

v     Untuk yang bersifat Heterogen, n ≥ 30, agar diperoleh standard deviasi yang memadai

v     Untuk yang bersifat homogen, n = 1, misalnya sample berupa darah.

Lalu ditentukan peralatan dan metode yang diperlukan untuk menjawab masalah tersebut. Misalnya untuk pemantulan cahaya dipergunakan solarimeter. Setelah diperoleh data-data yang dibutuhkan maka data tersebut dianalisa untuk memperoleh kesimpulam apakah hipotesa tersebut benar atau salah.

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: