Keruntuhan Teori Evolusi : Siapakah Nenek Moyang Katak

Sumber: http://www.insight-magazine.com/indo/edisi_9.html#9

Ikan dan amfibi muncul di bumi secara tiba-tiba dan tanpa nenek moyang apa pun. Evolusionis tidak dapat menjelaskan asal-usul kedua kelompok makhluk hidup ini.

Evolusionis beranggapan bahwa invertebrata laut yang ditemukan pada lapisan Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan juta tahun. Akan tetapi, tidak ditemukan satu pun mata rantai peralihan yang menunjukkan evolusi pernah terjadi di antara jenis invertebrata dan ikan ini. Invertebrata, atau hewan tak bertulang belakang, memiliki jaringan keras di luar tubuh mereka dan tidak memiliki rangka dalam. Sebaliknya, ikan memiliki tulang, yakni jaringan keras di dalam tubuh mereka. Dengan demikian, evolusi invertebrata menjadi ikan adalah sebuah perubahan sangat besar yang seharusnya telah meninggalkan bentuk-bentuk mata rantai peralihan yang menghubungkan kedua kelompok hewan ini.

Evolusionis telah menggali lapisan-lapisan fosil selama kurang lebih 140 tahun untuk mencari bentuk-bentuk yang diduga ada tersebut. Mereka telah menemukan jutaan fosil invertebrata dan jutaan fosil ikan; tapi tak seorang pun pernah menemukan satu bentuk pertengahan di antara keduanya.

Menghadapi fakta ini, ahli paleontologi evolusionis, Gerald T. Told, mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

Ketiga subdivisi ikan bertulang muncul pertama kali dalam catatan fosil pada saat yang kira-kira bersamaan….Bagaimana mereka berasal? Apa yang menyebabkan mereka sangat berbeda?… Dan mengapa tidak ada jejak bentuk-bentuk peralihan sebelumnya? (Gerald T. Todd, “Evolution of the Lung and the Origin of Bony Fishes: A Casual Relationship”, American Zoologist, Vol 26, no. 4, 1980, hal. 757)


Sebuah fosil berusia 280 juta tahun yang berasal dari spesies katak yang telah punah. Penemuan ini mengungkapkan bahwa katak muncul secara tiba-tiba di bumi tanpa pendahulu apa pun.

Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada. Meskipun enggan, kenyataan ini dibenarkan oleh tokoh evolusionis terkemuka, Robert L. Carrol, penulis buku Vertebrate Paleontology and Evolution: “Kami tidak memiliki fosil berbentuk pertengahan antara ikan riphidistian dan amfibi-amfibi awal.” (R. L. Caroll, Vertebrate Paleontology and Evolution, New York: W. H. Freeman and Co. 1988, hal. 4).

Singkatnya, ikan dan amfibi muncul secara tiba-tiba dan keduanya telah memiliki bentuk sebagaimana yang ada sekarang tanpa ada pendahulu. Dengan kata lain, Allah telah menciptakan mereka masing-masing dalam bentuk yang sudah sempurna.


PERMASALAHAN SEPUTAR SISIK

Di antara kontradiksi penting dalam skema rekaan evolusi ikan ke reptil adalah pembentukan kulit organisme tersebut. Semua ikan memiliki sisik pada kulit tubuhnya sedangkan amfibi tidak. Reptil yang diduga berevolusi dari amfibi juga memiliki sisik. Jika kita beranggapan bahwa terdapat hubungan evolusi di antara organisme-organisme ini, kita pun harus mampu menjawab mengapa sisik, yang ada pada ikan, menghilang pada amfibi, dan kemudian muncul kembali pada reptil. Sayangnya, para evolusionis tidak mampu menjawab pertanyaan ini.

About sitiutarirahayu

I am a muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: